Kamis, 14 Februari 2019

W A S P A D A !!! -7- BAHAYA SUSU FORMULA

Zaman semakin moderen, menuntut para ibu untuk lebih praktis menjalankan fungsinya. Dalam mengurus anak Ibu seringkali "terlalu" mempercayakan gizi anak-anaknya pada Susu Formula. Tentu saja dalam era informasi ini seorang Ibu perlu lebih dalam mengetahui apa yang terbaik untuk buah hatinya.

Polemik tentang susu formula sudah menjadi pembahasan oleh para ahli Gizi anak. Bahkan di beberapa negara maju Peredarannya sangat ketat dan dengan resep dokter anak. Klaim positip susu formula sudah banyak kita dengar melalui media promosi. Untuk memberikan keberimbangan informasi kami merangkumkan 7 Bahaya Susu Formula yang diambil dari berbagai sumber:

1. Adanya anggapan bahwa dengan memberikan Susus formula terutama yang mahal. Ibu sudah memberikan yang terbaik bagi buah hati. Bahkan beberapa memberikannya pada bayi umur dibawah 6 bulan. Padahal Pemerintah melali peraturan (Permenkes) No. 450/2004, bayi sampe umur 6 bulan TIDAK BOLEH diberi susu formula. Bila Dibanding ASI, Berbagai penelitian telah membuktikan berbagai keunggulan tak terbantahkan mengenai manfaat pemberian ASI.

2. PAKAR ENZIM dari Jepang Dr. Hiromi Sinya dalam bukunya The Miracle Of Enzim, berpendapat bahwa susu sapi apalagi yang telah menjadi bubuk (susu formula) adalah makanan terburuk karena sesungguhnya. Kasein, yang membentuk kira-kira 80% dari protein yang terdapat dalam susu sapi, langsung menggumpal menjadi satu begitu memasuki lambung karena asam lambung sehingga mencernanya menjadi sangat sulit. Terlebih lagi, dalam susu sapi yang dijual di toko, komponen tersebut telah dihomogenisasi. Susu sapi, yang mengandung banyak zat lemak teroksidasi, mengacaukan lingkungan dalam usus, meningkatkan jumlah bakteri jahat dan menghancurkan keseimbangan flora bakteri dalam usus kita. Akibatnya muncul beraneka ragam penyakit pada anak.

3. Penyimpanan Susu cair dalam kaleng HANYA BISA disimpan sampai 48 jam, asal ditutup rapat-rapat dan segera masuk kulkas. Bila dimasukkan dalam botol, harus didinginkan dan diminum dalam 48 jam. Sedangkan Sisa bubuk susu musti ditutup rapat dan disimpan di tempat yang sejuk dan kering. Digunakan HANYA SATU BULAN setelah dibuka.

4. Ibu Menganggap bahwa Susu dalam kemasan yang bagus selalu steril.Penelitian Tahun 2002, FDA (Food and Drug Administration), badan POM Amerika Serikat memperingatkan bahwa BAKTERI ENTEROBACTER SAKAZAKI bisa terdapat pada susu bayi. Kuman itu dapat menyebabkan sepsis (infeksi luas di seluruh tubuh), meningitis (radang selaput otak), ataupun necrotising enterocolitis (infeksi usus) dengan case-fatality (tingkat kefatalan) rata-rata 33%. Selain itu FDA berpendapat bahwa susu bubuk bukanlah produk komersil yang steril. Dan Pada Beberapa Tahun Kemudian di Indonesia IPB menemukan bahwa dibanyak merk susu formula ditemukan bakteri sakazaki.

5. Kita seringkali menuangkan air panas kedalam botol plastic untuk membuat susu formula. Padahal air panas bisa mengakibatkan pelepasan ZAT-ZAT KIMIA BERACUN yang ada di plastic. Yang bisa menyebabkan kanker, autism dan kebodohan pada anak. Hendaknyalah mendahulukan air biasa sebelum dicampur dengan air panas.

6. Susu Formula yang mahal tidak selalu baik, Gangguan akibat ketidakcocokan susu formula bisa saja berakibat fatal. Karena itu, dokter Saptawati Bardosono, Sekretaris Jenderal Persatuan Dokter Gizi Medik Indonesia, menyarankan PEMBELIAN SUSU FORMULA DISAMAKAN DENGAN OBAT-OBATAN,hanya bisa dibeli dengan resep atau rekomendasi dokter.

7. Anak sekarang mudah merasa pegal-pegal kenapa?? Kadar kalsium dalam darah manusia biasanya terpatok pada 9-10 mg. Namun, saat minum susu sapi, konsentrasi kalsium dalam darah mejadi abnormal, tubuh berusaha untuk mengembalikan keadaan abnormal ini menjadi normal kembali dengan membuang kalsium dari ginjal melalui urine. Hasilnya sungguh ironis, yaitu menurunnya jumlah kalsium dalam tubuh anak anda secara keseluruhan.

APA SOLUSINYA??

Solusi dari kebergantungan ibu terhadap susu formula adalah dengan menggiatkan kembali agar anak-anak lebih mau makan. Tentu dengan makanan yang bergizi seimbang. Seringkali seorang ibu tidak tega melihat anaknya menangis karena meminta susu. Banyak kasus lain seorang anak lebih suka minum susu ketimbang makan. Kasus demikian bisa diterapi dengan menghentikan sedikit-demi sedikit susu formula si anak. Dengan demikian otomatis ketika lapar si anak lebih mudah untuk makan.

Dari situ ibu mestinya mulai mengambil sikap untuk meminimalisir konsumsi susu formula. Dan lebih memfokuskan anak untuk makan-makanan yang bergizi. Karena makan yang alami lebih memberikan nutrisi yang takaranya pas untuk tubuh. Nutrisi alami sesungguhnya banyak terdapat dialam. Sebut saja minyak ikan, madu, buah-buahan dsb. Tentu ibu harus kreatif untuk mengkombinasi menu sehingga anak tidak bosan.

Tambahan:

Tidak Jarang , Banyak Bayi mengalami Usus Bocor dan Jantung Bocor dikarenakan Susu Formula yg secara Gegabah Diresepkan Dokter ..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar